Archive for March, 2020

  • Film Bokep – Bercinta Di Dapur

    Film Bokep – Bercinta Di Dapur


    408 views
    film bokep

  • Film Bokep – Hanya Untuk Mu

    Film Bokep – Hanya Untuk Mu


    341 views
    film bokep

  • Film Bokep : Jenna Elevated Erotica

    Film Bokep : Jenna Elevated Erotica


    441 views

  • Felicia Penyanyi Yang Membuatku Nafsu

    Felicia Penyanyi Yang Membuatku Nafsu


    717 views
    cerita sex

    CeritaBokepHot – Malam itu aku dinner dengan clientku di sebuah cafe. Sebuah band tampil menghibur pengunjung cafe dengan musik jazz. Lagu “I’m Old Fashioned” dimainkan dengan cukup baik. Aku memperhatikan sang penyanyi. Seorang gadis berusia kira-kira 26 tahun. Suaranya memang sangat jazzy.

    Gadis ini wajah tidak terlalu cantik. Tingginya kurang lebih 160 cm/55 kg. Tubuhnya padat berisi. Ukuran payudaranya sekitar 36B. Kelebihannya adalah lesung pipitnya. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Cukup seksi. Apalagi suaranya. Membuat telingaku fresh. agen poker
    “Para pengunjung sekalian.. Malam ini saya, Felicia bersama band akan menemani anda semua. Jika ada yang ingin bernyanyi bersama saya, mari.. saya persilakan. Atau jika ingin request lagu.. silakan”.
    Penyanyi yang ternyata bernama Felicia itu mulai menyapa pengunjung Cafe. Aku hanya tertarik mendengar suaranya. Percakapan dengan client menyita perhatianku. Sampai kemudian telingaku menangkap perubahan cara bermain dari sang keyboardist. Aku melihat ke arah band tersebut dan melihat Felicia ternyata bermain keyboard juga.
    Felicia bermain solo keyboard sambil menyanyikan lagu “All of Me”. Lagu Jazz yang sangat sederhana. Aku menikmati semua jenis musik dan berusaha mengerti semua jenis musik. Termasuk jazz yang memang ‘brain music’. Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya.
    Felicia ternyata bermain sangat aman. Aku terkesima menemukan seorang penyanyi cafe yang mampu bermain keyboard dengan baik. Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan Felicia. Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut.
    “The Boy From Ipanema, please.. And your cellular number. 081xx. From Boy.”, tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. Aku melanjutkan percakapan dengan clientku dan tak lama kemudian aku mendengar suara Felicia.
    “The Boy From Ipanema.. Untuk Mr. Boy..?”
    Bahasa tubuh Felicia menunjukkan bahwa dia ingin tahu dimana aku duduk. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Posisi dudukku tepat di depan band tersebut. Jadi, dengan jelas Felicia bisa melihatku. Kulihat Felicia membalas senyumku.
    Dia mulai memainkan keyboardnya. Sambil bermain dan bernyanyi, matanya menatapku. Aku pun menatapnya. Untuk menggodanya, aku mengedipkan mataku. Aku kembali berbicara dengan clientku. Tak lama kudengar suara Felicia menghilang dan berganti dengan suara penyanyi pria. Kulihat sekilas Felicia tidak nampak. Tit.. Tit.. Tit.. SMS di HP-ku berbunyi.
    “Felicia.” tampak pesan SMS di HP-ku. Wah.. Felicia meresponsku. Segera kutelepon dia.
    “Hai.. Aku Boy. Kau dimana, Felicia?”
    “Hi Boy. Aku di belakang. Ke kamar mandi. Kenapa ingin tahu HP-ku?”
    “Aku tertarik denganmu. Suaramu sexy.. Sesexy penampilanmu” kataku terus terang. Kudengar tawa ringan dari Felicia.
    “Rayuan ala Boy, nih?”
    “Lho.. Bukan rayuan kok. Tetapi pujian yang pantas buatmu yang memang sexy.. Oh ya, pulang dari cafe jam berapa? Aku antar pulang ya?”
    “Jam 24.00. Boleh. Tapi kulihat kau dengan temanmu?”
    “Oh.. dia clientku. Sebentar lagi dia pulang kok. Aku hanya mengantarnya sampai parkir mobil. Bagaimana?”
    “Okay.. Aku tunggu ya.”
    “Okay.. See you soon, sexy..”
    Aku melanjutkan sebentar percakapan dengan client dan kemudian mengantarkannya ke tempat parkir mobil. Setelah clientku pulang aku kembali ke cafe. Waktu masih menunjukkan pukul 23.30. Masih 30 menit lagi. Aku kembali duduk dan memesan hot tea.
    30 menit aku habiskan dengan memandang Felicia yang menyanyi. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Kulihat Felicia dengan percaya diri membalas tatapanku. Gadis ini menarik hingga membuatku ingin mencumbunya.
    Dalam perjalanan mengantarkan Felicia pulang, aku sengaja menyalakan AC mobil cukup besar sehingga suhu dalam mobil dingin sekali. Felicia tampak menggigil.
    “Boy, AC-nya dikecilin yah?” tangan Felicia sambil meraih tombol AC untuk menaikkan suhu.
    Tanganku segera menahan tangannya. Kesempatan untuk memegang tangannya.
    “Jangan.. Udah dekat rumahmu kan? Aku tidak tahan panas. Suhu segini aku baru bisa. Kalau kamu naikkan, aku tidak tahan..” alasanku.
    Aku memang ingin membuat Felicia kedinginan. Kulihat Felicia bisa mengerti. Tangan kiriku masih memegang tangannya. Kuusap perlahan. Felicia diam saja.
    “Kugosok ya.. Biar hangat..” kataku datar. Aku memberinya stimuli ringan. Felica tersenyum. Dia tidak menolak.
    “Ya.. Boleh. Habis dingin banget. Oh ya, kamu suka jazz juga ya?”
    “Hampir semua musik aku suka. Oh ya, baru kali ini aku melihat penyanyi jazz wanita yang bisa bermain keyboard. Mainmu asyik lagi.”
    “Haha.. Ini malam pertama aku main keyboard sambil menyanyi.”
    “Oh ya? Tapi tidak terlihat canggung. Oh ya, kudengar tadi mainmu banyak memakai scale altered dominant ya?” aku kemudian memainkan tangan kiriku di tangannya seolah-olah aku bermain piano.
    “What a Boy! Kamu tahu jazz scale juga? Kamu bisa main piano yah?” Felicia tampak terkejut. Mukanya terlihat penasaran.
    “Yah, dulu main klasik. Lalu tertarik jazz. Belum mahir kok.” Aku berhenti di depan rumah Felicia.
    “Tinggal dengan siapa?” tanyaku ketika kami masuk ke rumahnya. Ya, aku menerima ajakannya untuk masuk sebentar walaupun ini sudah hampir jam 1 pagi.
    “Aku kontrak rumah ini dengan beberapa temanku sesama penyanyi cafe. Lainnya belum pulang semua. Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya.”
    Felicia masuk kamarnya untuk mengganti baju. Aku tidak mendengar suara pintu kamar dikunci. Wah, kebetulan. Atau Felicia memang memancingku? Aku segera berdiri dan nekat membuka pintu kamarnya. Benar! Felicia berdiri hanya dengan bra dan celana dalam. Di tangannya ada sebuah kaos. Kukira Felicia akan berteriak terkejut atau marah. Ternyata tidak. Dengan santai dia tersenyum.
    “Maaf.. Aku mau tanya kamar mandi dimana?” tanyaku mencari alasan. Justru aku yang gugup melihat pemandangan indah di depanku.
    “Di kamarku ada kamar mandinya kok. Masuk aja.”
    Wah.. Lampu hijau nih. Di kamarnya aku melihat ada sebuah keyboard. Aku tidak jadi ke kamar mandi malah memainkan keyboardnya. Aku memainkan lagu “Body and Soul” sambil menyanyi lembut. Suaraku biasa saja juga permainanku. Tapi aku yakin Felicia akan tertarik. Beberapa kali aku membuat kesalahan yang kusengaja. Aku ingin melihat reaksi Felicia.
    “Salah tuh mainnya.” komentar Felicia. Dia ikut bernyanyi.
    “Ajarin dong..” kataku.
    Dengan segera Felicia mengajariku memainkan keyboardnya. Aku duduk sedangkan Felicia berdiri membelakangiku. Dengan posisi seperti memelukku dari belakang, dia menunjukkan sekilas notasi yang benar. Aku bisa merasakan nafasnya di leherku. Wah.. Sudah jam 1 pagi. Aku menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan.
    Aku memalingkan mukaku. Kini mukaku dan Felicia saling bertatapan. Dekat sekali. Tanganku bergerak memeluk pinggangnya. Kalau ditolak, berarti dia tidak bermaksud apa-apa denganku. Jika dia diam saja, aku boleh melanjutkannya. Kemudian tangannya menepis halus tanganku. Kemudian dia berdiri. Aku ditolak.
    “Katanya mau ke kamar mandi?” tanyannya sambil tersenyum. Oh ya.. Aku melupakan alasanku membuka pintu kamarnya.
    “Oh ya..” aku berdiri.
    Ada rasa sesak di dadaku menerima penolakannya. Tapi aku tak menyerah. Segera kuraih tubuhnya dan kupeluk. Kemudian kuangkat ke kamar mandi!
    “Eh.. Eh, apa-apaan ini?” Felicia terkejut. Aku tertawa saja.
    Kubawa dia ke kamar mandi dan kusiram dengan air! Biarlah. Kalau mau marah ya aku terima saja. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Ternyata Felicia malah tertawa. Dia membalas menyiramku dan kami sama-sama basah kuyup. Segera aku menyandarkannya ke dinding kamar mandi dan menciumnya!
    Felicia membalas ciumanku. Bibir kami saling memagut. Sungguh nikmat bercumbu di suhu dingin dan basah kuyup. Bibir kami saling berlomba memberikan kehangatan. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Kemudian bra dan celana pendeknya. Sementara Felicia juga membuka kaos dan celanaku.
    Kami sama-sama tinggal hanya memakai celana dalam. Sambil terus mencumbunya, tangan kananku meraba, meremas lembut dan merangsang payudaranya. Sementara tangan kiriku meremas bongkahan pantatnya dan sesekali menyelinap ke belahan pantatnya. Dari pantatnya aku bisa meraih vaginanya. Menggosok-gosoknya dengan jariku.
    “Agh..” kudengar rintihan Felicia. Nafasnya mulai memburu. Suaranya sexy sekali. Berat dan basah. Perlahan aku merasakan penisku ereksi.
    “Egh..” aku menahan nafas ketika kurasakan tangan Felicia menggenggam batang penisku dan meremasnya.
    Tak lama dia mengocok penisku hingga membuatku makin terangsang. Tubuh Felicia kuangkat dan kududukkan di bak air. Cukup sulit bercinta di kamar mandi. Licin dan tidak bisa berbaring. Sewaktu Felicia duduk, aku hanya bisa merangsang payudara dan mencumbunya. Sementara pantat dan vaginanya tidak bisa kuraih. Felicia tidak mau duduk. Dia berdiri lagi dan menciumi puting dadaku!
    Ternyata enak juga rasanya. Baru kali ini putingku dicium dan dijilat. Felicia cukup aktif. Tangannya tak pernah melepas penisku. Terus dikocok dan diremasnya. Sambil melakukannya, badannya bergoyang-goyang seakan-akan dia sedang menari dan menikmati musik. Merasa terganggu dengan celana dalam, aku melepasnya dan juga melepas celana dalam Felicia. Kami bercumbu kembali. Lidahku menekan lidahnya. Kami saling menjilat dan menghisap.
    Rintihan kecil dan desahan nafas kami saling bergantian membuat alunan musik birahi di kamar mandi. Suhu yang dingin membuat kami saling merapat mencari kehangatan. Ada sensasi yang berbeda bercinta ketika dalam keadaan basah. Waktu bercumbu, ada rasa ‘air’ yang membuat ciuman berbeda rasanya dari biasanya.
    Aku menyalakan shower dan kemudian di bawah air yang mengucur dari shower, kami semakin hangat merapat dan saling merangsang. Aliran air yang membasahi rambut, wajah dan seluruh tubuh, membuat tubuh kami makin panas.
    Makin bergairah. Kedua tanganku meraih pantatnya dan kuremas agak keras, sementara bibirku melumat makin ganas bibir Felicia. Sesekali Felicia menggigit bibirku. Perlahan tanganku merayap naik sambil memijat ringan pinggang, punggung dan bahu Felicia. Dari bahasa tubuhnya, Felicia sangat menikmati pijatanku.
    “Ogh.. Its nice, Boy.. Och..” Felicia mengerang.
    Lidahku mulai menjilati telinganya. Felicia menggelinjang geli. Tangannya ikut meremas pantatku.
    Aku merasakan payudara Felicia makin tegang. Payudara dan putingnya terlihat begitu seksi. Menantang dengan puting yang menonjol coklat kemerahan.
    “Payudaramu seksi sekali, Felicia.. Ingin kumakan rasanya..” candaku sambil tertawa ringan. Felicia memainkan bola matanya dengan genit.
    “Makan aja kalo suka..” bisiknya di telingaku.
    “Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. Ugh.. Darahku berdesir. Perlahan ujung lidahku mendekati putingnya. Aku menjilatnya persis di ujung putingnya.
    “Ergh..” desah Felicia. Caraku menjilatnya lah yang membuatnya mengerang.
    Mulai dari ujung lidah sampai akhirnya dengan seluruh lidahku, aku menjilatnya. Kemudian aku menghisapnya dengan lembut, agak kuat dan akhirnya kuat. Tak lama kemudian Felicia kemudian membuka kakinya dan membimbing penisku memasuki vaginanya.
    “Ough.. Enak.. Ayo, Boy” Felicia memintaku mulai beraksi.
    Penisku perlahan menembus vaginanya. Aku mulai mengocoknya. Maju-mundur, berputar, Sambil bibir kami saling melumat. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Felicia dengan terampil mengikuti tempo kocokanku. Kamu bekerja sama dengan harmonis saling memberi dan mendapatkan kenikmatan.
    Vaginanya masih rapat sekali. Mirip dengan Ria. Apakah begini rasanya perawan? Entahlah. Aku belum pernah bercinta dengan perawan, kecuali dengan Ria yang selaput daranya tembus oleh jari pacarnya.
    “Agh.. Agh..” Felicia mengerang keras. Lama kelamaan suaranya makin keras.
    “Come on, Boy.. Fuck me..” ceracaunya.
    Rupanya Felicia adalah tipe wanita yang bersuara keras ketika bercinta. Bagiku menyenangkan juga mendengar suaranya. Membuatku terpacu lebih hebat menghunjamkan penisku. Lama-lama tempoku makin cepat. Beberapa saat kemudian aku berhenti.
    Mengatur nafas dan mengubah posisi kami. Felicia menungging dan aku ‘menyerangnya’ dari belakang. Doggy style. Kulihat payudara Felicia sedikit terayun-ayun. Seksi sekali. Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku.
    “Hey.. Perih tau!” teriak Felicia. Aku tertawa.
    “Sorry.. Kupikir enak rasanya..” Aku menghentikan memasukkan jari ke anusnya tetapi tetap bermain-main di sekitar anusnya hingga membuatnya geli.
    Cukup lama kami berpacu dalam birahi. Aku merasakan saat-saat orgasmeku hampir tiba. Aku berusaha keras mengatur ritme dan nafasku.
    “Aku mau nyampe, Felicia..”
    “Keluarin di dalam aja. Udah lama aku tidak merasakan semburan cairan pria” Aku agak terhenti. Gila, keluarin di dalam. Kalau hamil gimana, pikirku.
    “Aman, Boy. Aku ada obat anti hamil kok..” Felicia meyakinkanku. Aku yang tidak yakin. Tapi masa bodoh ah. Dia yang menjamin, kan? Kukocok lagi dengan gencar. Felicia berteriak makin keras.
    “Yes.. Aku juga hampir sampe, Boy.. come on.. come on.. oh yeah..”
    Saat-saat itu makin dekat.. Aku mengejarnya. Kenikmatan tiada tara. Membuat saraf-saraf penisku kegirangan. Srr.. Srr..
    “Aku orgasme. Sesaat kemudian kurasakan tubuh Felicia makin bergetar hebat. Aku berusaha keras menahan ereksiku. Tubuhku terkejang-kejang mengalami puncak kenikmatan.
    “Aarrgghh.. Yeeaahh..” Felicia menyusulku orgasme.
    Dia menjerit kuat sekali kemudian membalikkan badannya dan memelukku. Kami kemudian bercumbu lagi. Saatnya after orgasm service. Tanganku memijat tubuhnya, memijat kepalanya dan mencumbu hidung, pipi, leher, payudara dan kemudian perutnya. Aku membuatnya kegelian ketika hidungku bermain-main di perutnya.
    Kemudian kuangkat dia. Mengambil handuk dan mengeringkan tubuh kami berdua. Sambil terus mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami saling menggosok tubuh kami. Dengan tubuh telanjang aku mengangkatnya ke tempat tidur, membaringkannya dan kembali menciumnya. Felicia tersenyum puas. Matanya berbinar-binar.
    “Thanks Boy.. Sudah lama sekali aku tidak bercinta. Kamu berhasil memuaskanku..”
    Pujian yang tulus. Aku tersenyum. Aku merasa belum hebat bercinta. Aku hanya berusaha melayani setiap wanita yang bercinta denganku. Memperhatikan kebutuhannya.
    Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sial, kami tadi lupa mengunci pintu!! Seorang wanita muncul. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.
    “Ups.. Gak usah terkejut. Dari tadi aku udah dengar teriakan Felicia. Tadi malah sudah mengintip kalian di kamar mandi..” kata wanita itu. Aku kecolongan. Tapi apa boleh buat. Biarkan saja. Kulihat Felicia tertawa.
    “Kenalin, dia Gladys. Mbak.. Dia Boy.” aku menganggukkan kepalaku padanya.
    “Hi Gladys..” sapaku.
  • Molly Kakak Kelas Ku

    Molly Kakak Kelas Ku


    505 views
    cerita dewasa
    CeritaBokepHot – Nama gue Daron. Gue ada kesempatan belajar di Malaysia karena ayah gue bekerja di sana. Ketika itu gue berumur 15-16 kira-kira kelas 1 SMA. Pertama kali masuk skolah ada upacara bendera. Waktu lagi kenalan ama temen-temen baru ada cewe’ datang dari arah pintu gerbang dengan terburu-buru, soalnya semua murid sudah berbaris. Gue liatin tuh cewe’..”OK jugak nih..”. Setelah gue tanya temen gue ternyata die kakak kelas. Umurnya 17an kira-kira kelas 3 SMA. Namanya Molly.
    “Cute juga nama doi”.
    Tiba -tiba dari belakang ade rekan sekelas megang bahu gue.
    “Ngapain loe nanyain tentang kakak gue?”.
    Buset dah, kaget gue. Gue cuma takut dipukulin soalnya die ‘gangster’ di sekolahan.
    “Ah..enggak kok. Nanya doank” kata gue dengan gementar.
    Balik dari sekolah gue terus ngebayangin tuh cewe. Gue nggak bisa ngilangin die dari pikiran gue. Gila cantik banget. Bibirnya yang kecil dan tipis, buah dadanya yang montok (mungkin boleh dibilang lebih besar dari ukuran teman sebayanya), betisnya yang putih dan mulus, pokoknya absolutely perfect. Gue cuma bisa ngebayangin kalo-kalo die mau ama gue.
    Di suatu pagi yang cerah (gue belajar kalimat kayak gini waktu kelas 4 SD), gue ama nyokap pergi ke deretan toko-toko di deket rumah. Maksudnya sih mau nyari toko musik, soalnya gue mau belajar main gitar. Setelah kira-kira 1 bulan baru gue tau bahwa guru gitar gue sama ama adiknya Molly. Terus guru gue tu nyaranin kita berdua ngadain latihan bersama di rumahnya. Gue girang banget. Mungkin ada kesempatan gue ngeliatin wajah cantik kakaknya. Yah.. walaupun kagak “buat” ngeliat wajahnya juga udah cukup.
    Waktu liburan semester adiknya (biar lebih gampang gue tulis Jason) ngundang gue ke rumahnya untuk latihan gitar barengan. Terus gue tanya ada siapa aja di rumahnya.
    “Gue ama kakak gue doank kok” jawabnya. Wah.. berdebar-debar nih rasanya. Tapi gue juga rasa diri gue sendiri bodoh. Soalnya die aja kagak kenal gue, malahan cuma ngobrol sekali-sekali melalui chatting. Tapi gue ngak peduli.
    Jason sebenarnya belom mastiin kapan gue bisa dateng ke rumahnya. Tapi gue ngak peduli dateng ke rumahnya hari itu karena gue cuma ada waktu hari itu. Sampai di depan pagarnya gue neken bell. Kelihatannya sepi. Tiba-tiba pagar terbuka (pagar automatik nih) terus kakaknya muncul.
    “Nyari siapa?”.
    “Jason” gue bilang.
    “Wah, maaf, Jasonnya nggak ada tuh.”
    Wah.. sekarang baru gue sadar suara Molly ternyata lembut lagi ‘cute’.
    “Oh.. ya udah, terima kasih.”
    Gue muterin badan gue, belagak mau pergi gitu. Tiba-tiba suara yang lembut itu terdengar lagi.
    “Eh.. nggak masuk dulu? Daripada capek bolak-balik mendingan tunggu di sini.”
    Wah!! Peluang emas!
    Terus gue masuk dan dihidangin minuman dingin ama Molly. Terus dia duduk dihadapan gue ngajakin gue ngobrolin sesuatu. Dalam sekelip mata, pemandangan di depan gue menjadi sangat indah. Kebetulan dia memakai baju T-Shirt tipis dan skirt pendek jadi gue bisa ngeliat bahagian pahanya yang putih mulus. Sekali-sekala gue ngelirik ke bagian dada dan pahanya. Gue rasa sih dia tau tapi dia belagak nggak peduli.
    “Kapan Jason balik?” tanya gue.
    “Nggak tau kayaknya sih nanti jam 6″
    Gue ngelirik jam tangan gue. Sekarang jam 2 petang.
    Kira-kira selama 15 menit kami ngobrol kosong. Tiba-tiba ntah gimana jam di meja sebelahnya jatuh. Kami terkejut dan dia terus membereskan benda-benda yang berselerak. Dari belakang gue bisa ngeliat pinggulnya yang putih mulus. Tiba tiba jeritan kecilnya menyadarkan lamunan gue. Ternyata jarinya terluka kena kaca. Naluri lelaki gue bangkit dan terus memegang jarinya. Tanpa pikir panjang gue isep aja darah yang ada di jarinya. Waktu darahnya udah beku gue mengangkat wajah gue. Ternyata selama ini die ngeliatin gue. Tiba-tiba dia ngomong
    “Ron, kok lu ganteng banget sih?”
    Gue hanya tersipu-sipu. Terus gue diajakin ke tingkat atas untuk ngambil obat luka. Waktu duduk di sofa, gue usapin aja tuh ubat ke jarinya. Tiba-tiba datang permintaan yang tidak disangka-sangka.
    “Ron, cium gue dong, boleh nggak?”.
    Gue bengong doank nggak tau mo jawab apaan. Tapi bibirnya udah deket banget ama bibir gue. Langsung gue lumat bibir mungilnya. Dia memejamkan matanya dan gue nyoba untuk mendesak lidah gue masuk ke dalam mulutnya. Dia membalas dengan melumat bibir gue. Tanpa sadar tangan tangan gue udah merayap ke bagian dadanya dan meremas-remas payudaranya yang montok dari luar pakaiannya. Dia mendesah lirih. Dan mendengarnya, ciuman gue menjadi semakin buas.
    Kini bibir gue turun ke lehernya dan kembali melumat dan menggigit-gigit kecil lehernya sambil tangan gue bergerak ke arah skirt pendeknya dan berusaha meraba-raba pahanya yang putih dan mulus. Tiba-tiba tangannya membuka resleting celana gue dan coba meraih anu gue. Gue semakin ganas. Gue elus-elus celana dalamnya dari luar dan tangan gue satu lagi meremas-remas payudaranya yang montok. Dia mendesah dan melenguh.
    Akhirnya gue berhenti melumat bibir dan lehernya. Gue coba melepaskan t-shirtnya yang berwarna pink. Tetapi tangannya mencegah.
    “Ke kamar gue aja, yuk!”
    Ajaknya sambil menuntun tangan gue. Gue sih ikut aja. Gue kunci pintu kamarnya dan langsung gue raih t-shirtnya hingga dia hanya mengenakan bra putih dan skirt birunya. Gue kembali melumat bibirnya dan coba membuka kaitan branya dari belakang. Sekarang die bener-bener telanjang dada. Langsung gue lumat payudaranya. Gue remas-remas dan gue jilatin puting kiri dan kanannya.
    Tanpa disadari dia mengerang.
    “ummh..ahh..!”
    Gue malah lebih bernafsu. Tiba-tiba tangannya yang lembut meraih penis gue yang sangat besar. Kira-kira 14 cm panjangnya. Dia langsung mengelus-elus dan mulai mengocok penis gue itu. Gue mengerang
    “Ahh..Molly..terusin..ahh!”
    Kira-kira 15 menit gue melumat payudaranya. Sekarang gue nyoba ngebuka skirt hitamnya. Setelah terlepas gue tidurin dia di ranjang dan kembali melumat bibirnya sambil mengusap-usap vaginanya dari luar CDnya dan tangan gue yang satu lagi memelintir puting payudara kanannya.
    “Ahh.. Daron.. ummhh!” Erangnya.
    Akhirnya kami berdiri. Dia melepaskan baju dan celana gue dan meraih penis gue yang sangat tegang. Dia nyuruh gue duduk. Terus dia jongkok di depan gue. Dia nyium kepala penis gue dan menjilatnya. Kemudian die berusaha mengulum dan menghisap penis gue yang besar. Gue mengerang keenakan.
    “Ummhh..Molly..!!”
    Akhirnya gue nggak tahan dan menyuruhnya berhenti. Gue nggak mau keluar terlalu awal.
    Terus perlahan-lahan gue lepasin celana dalam putihnya dan memandang sebuah lubang berwarna merah jambu dengan bulu-bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya. Langsung gue tidurin dan gue kangkangin kakinya. Kelihatan vaginanya mulai merekah. Gue yang udah nggak tahan terus menjilati dan menghisap-hisap bahagian selangkangan dan menuju ke arah vaginanya. Gue isep dan jilatin klitorisnya. Molly menggelinjang keenakan sambil mendesah dan mengerang.
    “Awwhh.. uhh.. Darroonn..!!
    Tiba tiba orgasme pertamanya keluar. Tubuhnya menggelinjang dan dia menjambak rambut gue dan sprei di ranjangnya.
    Kemudian gue melebarkan kedua kakinya dan mengarahkan penis gue ke arah lubang kenikmatannya. Sebelum gue masukkin gue gesekin dulu penis gue di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan. Akhirnya gue dorong penis gue ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit kerana baru 1/3 dari penis gue masuk. Perlahan-lahan gue tarik lagi dan gue dorong sekuat-kuatnya. Ketiga kalinya baru berhasil masuk sepenuhnya.
    “Aawwhh..sakit, Ron!!”
    Dia mengerang kesakitan. Maka gue berhenti sejenak nunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya gue mulai bergerak maju mundur. Semakin lama gerakan gue semakin cepat. Terasa penis gue bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.
    “Ahh..Molly..enakk!!”
    “Mmhh..awwhh..Ron, terus, cepet lagi!”
    Gue semakin bernafsu dan mempercepat genjotan gue. Akhirnya dia menjerit dan mengerang tanda keluarnya orgasme ke dua.
    Lantas kami berdiri dan gue puter badannya hingga membelakangi gue (doggy style). Gue tundukkin badannya dan gue arahin penis gue ke arah vaginanya dan gue genjot sekali lagi. Kedua payudaranya berayun-ayun mengikut gerakan genjotan gue. Gue pun meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan mencari putingnya yang sangat tegang. Kami berdua banjir keringat.
    Gue puter putingnya semakin keras dan payudaranya gue remas-remas sekuat-kuatnya.
    “Ahh, Daron..gue pingin keluar..!!” jeritnya.
    Terus gue percepat gerakan gue dan die menjerit untuk orgasmenya yang kali ketiga. Gue pikir-pikir gue ni kuat juga ya.. Tapi gue juga merasa mo keluar sekarang. Gue nggak sampai hati ngeluarin sperma gue di vaginanya. Langsung gue cabut penis gue dari vaginanya dan gue puter badannya. Gue arahin penis gue ke mulutnya yang langsung mengulum dan melumat penis gue maju mundur. Gue mengerang kenikmatan
    “Akhh..Mol, gue keluar..!!”
    Gue semburin sperma gue didalam mulutnya dan ditelannya. Sebagian mengalir keluar melalui celah bibirnya. Terus penis gue dibersihin dan dijilatin dari sisa-sisa sperma.
    Kemudian gue ngeliat jam di meja. Pukul 5.30!! Mati kalau nggak cepet-cepet. Selepas kami memakai baju semula dia ngucap terima kasih ke gue.
    “Makasih, Ron! Belum pernah gue ngrasa sebahagia ini. Sebenarnya dari pertama kali gue ngeliat loe gue udah suka” Katanya.
    “Oh, emang mungkin jodoh kali soalnya waktu ngeliat loe di gerbang sekolah gue juga udah suka.” kata gue.
    “Tapi gimana dengan adik loe?”
    “Nggak apa-apa, dia juga nggak bakalan marah. Adik gue bentar lagi datang. Jadi latihan bareng nggak?”
    “Nggak, ah. Males, udah letih latihan tadi” kata gue sambil tersenyum.
    Dia pun balas tersenyum. Akhirnya gue balik rumah dengan perasaan gembira. Mimpi gue udah tercapai.
  • Resep Keripik Talas Pedas

    Resep Keripik Talas Pedas


    333 views

    Resep Keripik Talas Pedas, saat sore atau sedang bersama seluruh anggota keluarga, biasanya anda ingin menyajikan cemilan yang istimewa namun tetap di suka oleh seluruh anggota keluarga anda. Bagi anda pecinta rasa pedas, biasanya akan suka dengan menu cemilan yang renyah dan gurih. Anda bisa menyulap talas yang biasanya jarang di suka. Anda bisa menyulap talas yang murah menjadi cemilan yang gurih, pedas namun tetap enak untuk dinikmati.

    Bahan utama :

    • 2 buah talas bogor, potong bentuk korek api
    • 1/4 sendok teh kunyit, bubuk
    • 1/2 sendok makan garam
    • 3 siung bawang putih, haluskan
    • 500 ml air
    • 1/2 sendok teh air kapur sirih
    Bahan bubuk cabai, aduk hingga rata :
    • 1 sendok makan bawang putih bubuk
    • 1 sendok teh cabai bubuk
    • 1 sendok teh bubuk balado
    Cara membuat keripik talas pedas :
    1. Talas yang telah di potong potong, rendam dengan air, air kapur sirih, garam, kunyit bubuk, dan bawang putih. Rendam selama 30 menit.
    2. Tiriskan lalu goreng talas hingga kering, angkat kemudian tiriskan.
    3. Selagi masih panas, campur talas dengan bubuk cabai lalu aduk hingga rata dan siap untuk di sajikan.
  • Resep Membuat Rujak Khas Madura

    Resep Membuat Rujak Khas Madura


    415 views

    Resep Rujak Khas Madura – Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, bahwa rujak termasuk sajian yang menggunakan bumbu kacang sebagai campurannya. Di Indonesia sendiri, rujak ada bermacam-macam. Mulai dari rujak buah yang bumbunya sangat khas dengan rasa masamnya, rujak uleg dengan bumbu petis dan juga rujak cingur yang menambah bahan cingur sapi.

    Ada banyak daerah yang memiliki rujak sebagai kuliner khasnya, terutama Jawa Timur. Malang adalah kota yang memiliki aneka rujak, termasuk rujak cingur dan rujak buah yang sudah disebutkan tadi. Madura juga memiliki hidangan rujak yang dibuat dengan resep rujak khas Madura. Keduanya, Malang dan Madura menggunakan bahan yang kurang lebih sama namun dengan rasa khas yang berbeda.


    Rujak Madura juga terdiri dari sayuran dan buah, tahu, tempe bumbu petis kacang serta disajikan dengan kerupuk kanji. Bedanya, kalau rujak khas Malang diberi cingur serta pisang batu, sedangkan dalam resep rujak khas Madura kedua bahan tersebut tidak ada.

    Bahan:

    • 1 ons kacang panjang, potong kecil seukuran 2 cm
    • 1 ons kangkung
    • 1 ons tauge, seduh dengan air mendidih
    • 1 buah kedondong, kupas dan potong-potong
    • 1 buah mentimun, kupas dan iris tipis
    • 1 buah mangga mengkal, kupas dan iris-iris

    Bahan Saus:

    • 12 sendok makan kacang tanah kulit, disangrai
    • 8 buah cabai rawit
    • ½ sendok teh garam
    • 1 sendok teh terasi goreng
    • 3 sendok teh petis udang
    • 2 sendok makan petis ikan
    • 4 sendok makan bawang putih goreng
    • 4 sendok makan gula merah, sisir halus
    • 400 ml air matang
    • Bahan Pelengkap:
    • 2 ons tahu goreng, potong dadu
    • 2 ons tempe goreng, potong dadu
    • Kerupuk kanji goreng secukupnya

    Cara Membuat:

    1. Pertama, siapkan dan cuci semua bahan berupa buah serta sayur di atas. Lalu rebus kacang panjang serta kangkungnya
    2. Kedua, haluskan kacang tanah kulit yang telah disangrai bersama bawang putih goreng, cabai rawit, terasi, sisiran gula merah dan garam
    3. Selanjutnya, tambahkan petis udang dan petis ikan lalu uleg lagi hingga halus.
    4. Lalu tuangi air sedikit demi sedikit sembari dicampur rata
    5. Setelah itu, masukkan bahan-bahan lainnya seperti kacang panjang, kangkung, tauge, irisan mentimun, kedondong, mangga dan bahan pelengkapnya
    6. Aduk semua bahan tersebut hingga merata sempurna, lalu sajikan di piring saji bersama kerupuk kanji goreng
    7. Sajian rujak khas Madura siap dinikmati

    Baca Juga : Resep Membuat Dodol Khas Garut
    Resep rujak khas Madura di atas akan menghasilkan 4 porsi hidangan. Tambahkan irisan bahan lainnya jika suka. Selamat menikmatinya dan salam koki!

  • Resep Membuat Pepes Ayam Khas Sukabumi

    Resep Membuat Pepes Ayam Khas Sukabumi


    240 views

    Resep Pepes Ayam Khas Sukabumi – Pepes dikenal sebagai sajian tradisional yang tak lekang oleh waktu. Makanan ini juga disajikan dengan cara unik, yaitu dibungkus daun pisang. Ada yang dibakar, ada pula yang hanya dikukus. Makanan ini pada umumnya terbuat dari bahan utama ikan, baik itu tongkol, patin maupun ikan jenis lainnya. Tapi, di Jawa tepatnya Jawa Barat terdapat sajian pepes dengan bahan berbeda.

    Pepes ayam khas Sukabumi. Makanan tersebut tidak kalah nikmat dengan ayam panggang yang berasal dari daerah yang sama. Dalam resep pepes ayam khas Sukabumi, kami menggunakan daging ayam dengan bobot kurang lebih ¼ kilogram kemudian diolah bersama bumbu serta rempah-rempah, lalu dibungkus dengan bumbu tersebut bersama daun kemangi, laos dan juga cabai rawit utuh.

    Seperti pepes jenis lainnya, pepes ayam ini pun juga dimasak dengan cara dikukus. Aromanya yang kuat dan bumbu yang meresap sempurna pada ayam tersebut membuat makan siang Anda cukup memuaskan. Apalagi ada gurihnya campuran santan dalam resep pepes ayam khas Sukabumi. Yang pasti, Anda akan ketagihan!

    Bahan:

    • 250 gram ayam, potong menjadi 3 bagian
    • ¼ ons kemiri
    • 3 siung bawang merah
    • 1 siung bawang putih
    • 2 buah cabai merah
    • Cabai rawit secukupnya, diutuhkan
    • 2 cm kunyit
    • ½ ruas jahe
    • ½ ruas lengkuas, digeprek
    • 250 ml santan
    • 1 batang serai, dimemarkan
    • 1 lembar daun salam
    • Daun kemangi secukupnya
    • Penyedap rasa secukupnya
    • Gula pasir secukupnya
    • Garam secukupnya
    • Daun pisang secukupnya
    • Minyak goreng secukupnya

    Cara Membuat:

    1. Pertama, silahkan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengolah pepes ayam khas Sukabumi
    2. Kedua, ambillah potongan ayam yang sudah dibersihkan dari bulu dan kotorannya. Cuci dengan air sampai bersih. Tiriskan
    3. Lalu haluskanlah bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, cabai merah dan kemiri
    4. Kemudian panaskan minyak goreng secukupnya untuk menumis bumbu tersebut hingga harum
    5. Selanjutnya, tuangkan santan bersama penyedap rasa, garam dan gula pasir. Aduk sajian tersebut sampai merata
    6. Setelah itu, masukkan daun salam dan serai sambil dimasak sampai santan meresap dan menyusut
    7. Berikutnya, siapkan daun pisang lalu masukkan potongan daging ke dalamnya. Beri laos, cabai rawit utuh dan juga daun kemangi. Bungkus dan semat dengan lidi
    8. Ulangi sampai semua ayam terbungkus rapi dalam daun pisang. Sesudah itu, kukuslah kurang lebih 30 menit
    9. Terakhir, angkat dan sajikan pepes ayam di piring saji untuk lekas dinikmati

    Baca Juga : Resep Membuat Manisan Pala Khas Sulawesi Utara
    Demikian resep pepes ayam khas Sukabumi. Selamat menikmati dan salam koki!

  • Resep Membuat Sambal Goreng Khas Madura

    Resep Membuat Sambal Goreng Khas Madura


    245 views

    Resep Sambal Goreng Khas Madura – Sambal bisa dibilang pelengkap yang dapat membuat sajian Anda jauh lebih nikmat. Bahkan orang Jawa pernah mengatakan, makan kurang lengkap kalau tidak ada sambal. Entah mengapa, sajian dengan rasa pedas tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, meskipun sudah tahu kepedesan, terkadang orang malah ingin nambah porsi lagi.

    Di negara kita sendiri, banyak sekali kreasi sambal yang musti dicoba. Sambal bawang adalah yang paling mudah proses pembuatannya. Ada juga sambal terasi, sambal tomat, sambal ijo, sambal goreng ati dan sambal tempoyak yang tergolong unik. Membahas tentang sambal goreng, resep kali ini datang dari Madura. Resep sambal goreng khas Madura, namanya.

    Sambal Goreng Khas Madura
    Sambal Goreng Khas Madura


    Sambal goreng ini memang tidak menggunakan ati ayam dalam campurannya. Hanya saja, sambal yang memiliki warna gelap ini menggunakan beraneka rempah sebagai bahan pembuatnya. Mulai dari lengkuas, jahe, kunyit dan serai ada semua dalam resep sambal goreng khas Madura. Anda bisa membuatnya sepedas yang Anda mau!
    Mari simak kelanjutan resep sambal goreng khas Madura ini!

    Bahan:

    • 40 buah cabai rawit hijau
    • 10 buah cabai hijau keriting
    • 10 butir bawang merah
    • 5 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya
    • 3 siung bawang putih
    • 2 butir kemiri
    • 2 cm lengkuas
    • 2 cm kunyit, bakar
    • 2 cm jahe
    • 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja
    • ¼ sendok teh garam
    • ¼ sendok teh kaldu ayam bubuk
    • ¼ sendok teh merica bubuk
    • ¼ sendok teh ketumbar, sangrai
    • 100 ml air
    • 5 sendok makan minyak goreng

    Cara Membuat:

    1. Pertama, siapkanlah semua kebutuhan Anda untuk mengolah sambal goreng khas Madura sesuai takaran di atas
    2. Kedua, ambil cabai hijau keriting serta kemiri butiran dan goreng selama beberapa saat. Tiriskan.
    3. Selanjutnya, haluskan kedua bahan tersebut bersama bahan lainnya seperti cabai rawit hijau, kunyit bakar, jahe, lengkuas, serai, ketumbar, bawang putih serta bawang merah
    4. Setelah itu, panaskan minyak untuk menumis bumbu-bumbu yang telah dihaluskan bersama daun jeruk sampai harum
    5. Beri kaldu ayam bubuk serta merica dan garam. Aduk-aduk tumisan sambal tersebut sembari dituangi air sedikit demi sedikit
    6. Masaklah menggunakan api kecil sampai matang, lalu angkat
    7. Sajikan sambal goreng khas Madura di wadah saji seperti mangkuk atau piring cekung kecil
    8. Hidangan siap dinikmati

    Baca Juga : Resep Membuat Kue Mochi Khas Sukabumi
    Resep sambal goreng khas Madura di atas akan menghasilkan 5 porsi sajian. Sajikan bersama nasi putih hangat dan lauk-lauk kesukaan Anda. Tambahkan cabai rawit atau merica jika dirasa kurang pedas. Selamat menikmati dan salam koki!

  • Resep Membuat Sayur Betik Khas Jepara

    Resep Membuat Sayur Betik Khas Jepara


    314 views

    Resep Sayur Betik Khas Jepara – Jepara merupakan tanah kelahiran pahlawan wanita kita, yaitu R.A Kartini. Di samping terkenal dengan hal tersebut, Jepara ternyata memiliki sajian kuliner yang sangat unik sekaligus nikmat. Ada pindang serani, kue cetot, kacang oven, adon-adon coro, gulai petih dan masih banyak lagi makanan berat ataupun jajanan khasnya yang lumayan digemari masyarakat Indonesia.

    Selain beberapa makanan yang disebutkan tadi, Jepara juga memiliki salah satu kuliner unik berupa sayur berkuah santan. Namanya adalah sayur betik. Makanan yang diolah dengan resep sayur betik khas Jepara ini menggunakan potongan pepaya muda dan daging tetelan sebagai bahan utamanya. Diolah bersama aneka rempah membuatnya tampak lebih istimewa
    .

    Sayur Betik Khas Jepara
    Sayur Betik Khas Jepara


    Silahkan membaca resep sayur betik khas Jepara di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentangnya!

    Bahan:

    • ¼ kg pepaya muda, potong-potong kecil memanjang
    • 1 ½ ons daging tetelan
    • 350 ml santan dari ½ butir kelapa
    • 2 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya
    • 2 lembar daun salam
    • 1 batang serai, dimemarkan
    • 1 sendok teh asam Jawa, larutkan dengan 1 sendok makan air
    • 1 sendok makan garam
    • 1 sendok teh gula pasir
    • 2 sendok makan minyak goreng
    • 1 liter air

    Bumbu Halus:

    • ¼ sendok teh jintan bubuk
    • ¼ sendok teh ketumbar
    • ½ sendok teh merica butiran
    • 1 cm kencur
    • 2 cm kunyit, dibakar
    • 2 buah kluwak, disangrai
    • 3 siung bawang putih
    • 4 butir kemiri, disangrai
    • 5 butir bawang merah

    Cara Membuat:

    1. Pertama, setelah Anda menyiapkan semua bahan-bahannya, silahkan mencuci potongan pepaya muda. Lakukan hal yang sama pada daging tetelan yang telah dipotongi juga.
    2. Kedua, rebuslah tetelan tersebut dengan air hingga empuk. Kemudian saring serta ukur kaldunya kurang lebih ¾ liter
    3. Selanjutnya, panaskan minyak untuk menumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun salam serta serai hingga harum
    4. Berikutnya, masukkan tetelan yang sudah direbus empuk lalu aduk-aduk merata.
    5. Masukkan juga potongan pepaya dan tuangi kaldu daging tadi. Aduk rata dan biarkan mendidih
    6. Beri gula pasir dan garam sembari dituangi santan sedikit demi sedikit.
    7. Masaklah sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah lalu mendidih kembali.
    8. Terakhir, ketika akan diangkat baru beri air asam Jawa dan aduk sebentar.
    9. Sajikan sayur betik khas Jepara di mangkuk saji untuk lekas dinikmati

    Baca Juga : Resep Membuat Gula Cakar Khas Majalengka
    Resep sayur betik khas Jepara di atas akan menghasilkan 4 porsi hidangan. Santap langsung sebagai lauk makan siang Anda dengan keluarga. Selamat menikmati dan salam koki!